“SEBAIK-BAIK TEMAN YANG TERLUPAKAN”
(13 Mei 2020)
Sepenggal kisah biar kutuliskan di
sini saja. Tak panjang biar teman-teman tak bosan membaca. Kalau ingin mampir,
tidak juga Alhamdulillah.
Kisah tentang
sebaik-baik teman yang terlupakan. Ingin kuceritakan lewat tulisan yang kuharap
masih ada yang minat. Memiliki teman menurutku adalah sebuah keharusan, karena
akan saling membutuhkan pada hari-hari kemudian. Hingga detik ini, hari ini pun
masih menjangkau kabar. Lewat doa kuberharap mereka tetap sehat wal’afiat.
Bangga punya
banyak teman, gak di dunia nyata eh tau-taunya dunia maya juga ikutan. Kenapa gak?
Aku sadar ini hanyalah sebuah fasilitas. Sebut saja jembatan panjang dan bisa
lebih panjang dari usiaku yang terbatas. Sehingga aku tak bisa memberikan mereka
apa-apa, kecuali kasih sayang juga ketulusan meski kadang-kadang ada yang menyakitkan.
Entah dari aku atau teman-temanku memang tak ada yang sempurna. Aku hanya bisa
berusaha lebih giat untuk mampu memahami juga mengerti agar pertemanan ini
bisa terjaga dan terus bersaudara.
Senang punya banyak
teman-teman yang baik, namun rasanya aku cukup egois. Tak menghiraukan teman
yang satu ini, sepertinya aku hilang kendali. Banyak di dunia ini, namun takkan
setia sampai nafasku kapan saja berhenti. Dia adalah Amal. Teman-temanku pasti
kenal dia. Yang akan setia menemani kita sampai alam selanjutnya.
Dia paling
setia. Tapi aku gak akan pernah tau aslinya sampai akhirnya bersama. Satu hal
yang kuyakini. Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkan pada kebaikan dan aku
pun turut mengikuti kebaikannya. Aku sadar banyak teman yang kumiliki di dunia
bukanlah soal kuantitas. Bermodal ikhlas, aku harap bisa mengambil pelajaran dari
teman-teman dan bisa kukenali dia lebih dekat. Kuharap kebaikan-kebaikan itu segera
menular. Karena aku pun takut merasa sendirian. Jika hari ini ia terlupakan.
#1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar