Selasa, 12 Mei 2020

NUN FIRDAUS : Sebaik-baik Teman Yang Terlupakan


“SEBAIK-BAIK TEMAN YANG TERLUPAKAN”
(13 Mei 2020)



Sepenggal kisah biar kutuliskan di sini saja. Tak panjang biar teman-teman tak bosan membaca. Kalau ingin mampir, tidak juga Alhamdulillah.

Kisah tentang sebaik-baik teman yang terlupakan. Ingin kuceritakan lewat tulisan yang kuharap masih ada yang minat. Memiliki teman menurutku adalah sebuah keharusan, karena akan saling membutuhkan pada hari-hari kemudian. Hingga detik ini, hari ini pun masih menjangkau kabar. Lewat doa kuberharap mereka tetap sehat wal’afiat.
Bangga punya banyak teman, gak di dunia nyata eh tau-taunya dunia maya juga ikutan. Kenapa gak? Aku sadar ini hanyalah sebuah fasilitas. Sebut saja jembatan panjang dan bisa lebih panjang dari usiaku yang terbatas. Sehingga aku tak bisa memberikan mereka apa-apa, kecuali kasih sayang juga ketulusan meski kadang-kadang ada yang menyakitkan. Entah dari aku atau teman-temanku memang tak ada yang sempurna. Aku hanya bisa berusaha lebih giat untuk mampu memahami juga mengerti agar pertemanan ini bisa terjaga dan terus bersaudara.
Senang punya banyak teman-teman yang baik, namun rasanya aku cukup egois. Tak menghiraukan teman yang satu ini, sepertinya aku hilang kendali. Banyak di dunia ini, namun takkan setia sampai nafasku kapan saja berhenti. Dia adalah Amal. Teman-temanku pasti kenal dia. Yang akan setia menemani kita sampai alam selanjutnya.
Dia paling setia. Tapi aku gak akan pernah tau aslinya sampai akhirnya bersama. Satu hal yang kuyakini. Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkan pada kebaikan dan aku pun turut mengikuti kebaikannya. Aku sadar banyak teman yang kumiliki di dunia bukanlah soal kuantitas. Bermodal ikhlas, aku harap bisa mengambil pelajaran dari teman-teman dan bisa kukenali dia lebih dekat. Kuharap kebaikan-kebaikan itu segera menular. Karena aku pun takut merasa sendirian. Jika hari ini ia terlupakan.

#1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar